Selasa, 07 Juni 2011

IQRA'


BISMILLAHir RAHMANir RAHIM


Ada satu hal yang harus direnungi oleh umat manusia, khususnya umat ISLAM (karena saya akan berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits)

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (Qs. Al-Alaq : 1-5)


Jika kita meninjau dari sejarah, lima ayat tersebut merupakan wahyu pertama yang disampaikan ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W melalui perantara malaikat jibril. Jibril sempat menyuruh Rasul membaca tulisan sebanyak 3 kali perintah "Bacalah!" dan Rasulullah-pun menjawab (3 kali) "aku tak pandai membaca", lalu malaikat Jibril membacakan wahyu ALLAh tersebut.

Apa hikmah yang bisa kita ambil?

Membaca yang tertera dalam ayat tersebut ternyata begitu luas maknanya. ALLAH memerintahkan kita untuk membaca ciptaan-Nya. Artinya,dengan kita membaca alam dan segala macam sistem yang dirancang oleh ALLAH, perlahan-lahan ALLAH akan membimbing kita dari ketidak tahu-an menjadi tahu atas izin-Nya apa-apa yang diciptakanNYA.

Zaman sekarang, telah banyak bidang disiplin ilmu. Mulai dari bahasa, science, teknologi, psikologi, sosial, dan lain-lain. Semua berawal dari kita membaca. Lalu membaca yang bagaimana yang baik dan benar? Semua sudah terjawab di ayat pertama ; "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan"
Subhanallah!!
Bahkan di ayat kedua, kita sudah diberi tahu, bahwa kita diciptakan dari segumpal darah. Dan ALLAh telah menyatakan bahwa akan mengajari kita.

Kita tahu, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki budaya membaca. INGAT!! Membaca yang dimaksud bukan sekedar buku (memang sekarang ini membaca lebih kepada membaca buku, terutama AL-Qur'an dan hadits, yang selain dibaca juga dijadikan pedoman dan diterapkan dalam kehidupan), tapi dalam konteks luas. Membaca alam, situasi, termasuk arti sempit seperti membaca buku.

Jadi, masih menunggu apalagi saudara - saudara? Ayolah kita semangat membaca. Dan jangan lupa berdo'a agar terhindar daripada fitnah, karena zaman sekarang sudah era globalisasi dan informasi, di mana ada bermiliar-miliar informasi, mulai dari prestasi hingga aib, mulai dari yang akurat sampai HOAX... intinya, bacalah dengan menyebut Nama ALLAH (BISMILLAH) Semoga kita semua dilindungi oleh ALLAh dari kesesatan dan fitnah dunia-akhirat. AMIN!

Mari kita baca teka-teki yang masih berseri, misteri yang belum terungkap, dan segala rahasia yang masih ditutup, semoga ALLAH mengizinkan kita untuk membuka tabir ilmu, sebagaimana umat Islam terdahulu yang menemukan Aljabar, Kimia, Ilmu kedokteran, Herba, dan lain-lain. ^_^ selamat menjadi kaum intelek yang bertanggung jawab ^_^






NOTE: Seluas-luasnya ilmu manusia, sepandai-pandainya manusia menerima ilmu, tidak akan sama denga ILMU ALLAH yang MAHA MENGETAHUI. Bahkan, kata ALLAH dalam firmanNYA di surah Al-Kahfi ayat 109
"Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula"
dan surah Luqman ayat 27, Allah juga berfirman bahwa
"Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"
.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah, jadi lah sebatang padi, yang mana makin berisi makin merunduk, makin berilmu, makin sadar bahwa ilmu yang dimiliki masih sebesar biji jagung, bahkan mungkin hanya sebesar unsur (atom)... jadi, ayo kita membaca ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar